Selasa, 03 Mei 2011

Me and Love story part 4

2006
adalah ketika aku memutuskan untuk pergi ke kalimantan, niatku cuma satu, mencari tantangan. aku tidak perduli dengan uang, aku juga tidak perduli dengan jauhnya kalimantan. ayah bilang iya, dan akhirnya aku pergi.
dan...ya jalan tidak pernah mudah untuk dilalui...mulai dari hangusnya seluruh barang-barangku karena kebakaran yang melahap kantor hingga perseteruan antara para distributor ditempat kerja. nyatanya aku menikmati perjuanganku di kalimantan. jauh dari keluarga...dan aku merasa sangat hebat bisa sejauh ini melangkah

2007
aku bertemu yoan...seorang sahabat yang ahirnya banyak mempengaruhi hidupku. pertemuan kami sangat lucu. waktu itu yoan sangat kaya, dan aku hanyalah ahli gizi tempat untuk konsultasi. tidak perlu waktu lama bagi kami untuk langsung akrab. bagi yoan aku adalah gadis lugu yang tulus, karenanya dia sangat menerimaku masuk kekehidupannya yang sangat berliku. waktu itu yoan seorang janda dengan 1 anak. pernikahannya yang dulu hancur karena suaminya selingkuh. dan yang paling menyakitkan, dia mendapatkan beberapa siksaan di tubuhnya.

dari sini yoan banyak mengajarkanku keikhlasan, lebih dari sebuah kata-kata dan teori yang hanya terbaca di buku2 religi. yoan menggemblengku tentang keikhlasan. setahun bersamanya merubah banyak hal dalam hidupku. termasuk ketika dia memperkenalkanku dengan mas weldy...ya itulah pertama kali aku belajar bagaimana keikhlasan diuji. berusaha untuk mengembalikan semua kepada Allah. aku bahagia karenanya. meskipun akhirnya ceritaku dengan mas weldy pun kini hilang tak menyisakan apapun.
aku menganggap itu adalah hadiah dari yoan..
ya..sebuah kisah mungkin hanya sekilas, tapi sebenarnya dia merubah banyak hal tanpa kita sadari.

GALAU

galauku di malam bisu...
memecahkan seribu lamunan yang membawaku ke masa lalu
pemberontakan dalam kalbu akhirnya tiada guna
sesak...seperti tidak ada udara
hawa hitamku yang menyeruak...itu juga karena mimpi masa lalu
dan....
ketika langkahku terbentur!
aku masih mencoba tersenyum, pada sebuah manusia dengan karakter tak jauh beda
sungguh ego itu lebih keras dari sebuah batu, dan aku hanyalah sebuah angin
perlu gelombang dasyat untuk memecahkan batu itu
adakah aku mampu?
tidak untuk saat ini, saat dimana aku juga tak ubahnya seperti angin tak tentu arah
bahkan unuk kerikil pun tak sanggup kuterbangkan..
aku lemah....
lebih lemah dari angin yang membantu kupu-kupu menari
lebih lemah dari sebuah angin diterik matahari
dan aku ...
sangat sendiri