Kamis, 14 Juli 2011

My Best Friend Forever

 A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out.






"One's best friend is one self." 

The following Girl Scouts Motto has been submitted by many people in varying forms, so I've just placed the three most popular versions on:
1) "Make new friends and keep the old, one is silver and the other gold"
2) "Make new friends, both young and old, one in Silver, the other Gold."
3) "Make new friends but keep the old, some are silver and others are Gold"
4}"I have a hand, and you have another; put them together and we have each other." 

Love her like she love me  ^__^

Selasa, 03 Mei 2011

Me and Love story part 4

2006
adalah ketika aku memutuskan untuk pergi ke kalimantan, niatku cuma satu, mencari tantangan. aku tidak perduli dengan uang, aku juga tidak perduli dengan jauhnya kalimantan. ayah bilang iya, dan akhirnya aku pergi.
dan...ya jalan tidak pernah mudah untuk dilalui...mulai dari hangusnya seluruh barang-barangku karena kebakaran yang melahap kantor hingga perseteruan antara para distributor ditempat kerja. nyatanya aku menikmati perjuanganku di kalimantan. jauh dari keluarga...dan aku merasa sangat hebat bisa sejauh ini melangkah

2007
aku bertemu yoan...seorang sahabat yang ahirnya banyak mempengaruhi hidupku. pertemuan kami sangat lucu. waktu itu yoan sangat kaya, dan aku hanyalah ahli gizi tempat untuk konsultasi. tidak perlu waktu lama bagi kami untuk langsung akrab. bagi yoan aku adalah gadis lugu yang tulus, karenanya dia sangat menerimaku masuk kekehidupannya yang sangat berliku. waktu itu yoan seorang janda dengan 1 anak. pernikahannya yang dulu hancur karena suaminya selingkuh. dan yang paling menyakitkan, dia mendapatkan beberapa siksaan di tubuhnya.

dari sini yoan banyak mengajarkanku keikhlasan, lebih dari sebuah kata-kata dan teori yang hanya terbaca di buku2 religi. yoan menggemblengku tentang keikhlasan. setahun bersamanya merubah banyak hal dalam hidupku. termasuk ketika dia memperkenalkanku dengan mas weldy...ya itulah pertama kali aku belajar bagaimana keikhlasan diuji. berusaha untuk mengembalikan semua kepada Allah. aku bahagia karenanya. meskipun akhirnya ceritaku dengan mas weldy pun kini hilang tak menyisakan apapun.
aku menganggap itu adalah hadiah dari yoan..
ya..sebuah kisah mungkin hanya sekilas, tapi sebenarnya dia merubah banyak hal tanpa kita sadari.

GALAU

galauku di malam bisu...
memecahkan seribu lamunan yang membawaku ke masa lalu
pemberontakan dalam kalbu akhirnya tiada guna
sesak...seperti tidak ada udara
hawa hitamku yang menyeruak...itu juga karena mimpi masa lalu
dan....
ketika langkahku terbentur!
aku masih mencoba tersenyum, pada sebuah manusia dengan karakter tak jauh beda
sungguh ego itu lebih keras dari sebuah batu, dan aku hanyalah sebuah angin
perlu gelombang dasyat untuk memecahkan batu itu
adakah aku mampu?
tidak untuk saat ini, saat dimana aku juga tak ubahnya seperti angin tak tentu arah
bahkan unuk kerikil pun tak sanggup kuterbangkan..
aku lemah....
lebih lemah dari angin yang membantu kupu-kupu menari
lebih lemah dari sebuah angin diterik matahari
dan aku ...
sangat sendiri

Selasa, 22 Maret 2011

22 Maret lagi

Entah kenapa aku tidak bisa melupakan tanggal itu

3 tahun yang lalu aku begitu bahagia, dan aku selalu berpikir inilah happy ending yang selalu ada di dalam buku-buku dongeng antara putri dan pangeran
Dan sekarang, itu hanyalah seperti mimpi yang tidak pernah benar-benar terjadi
hanya 2 minggu kebahagiaan itu, lalu berubah jadi mimpi buruk yang selalu menghantui ku hingga hari ini
Aku masih berusaha untuk menghormati betapa sakralnya sebuah pernikahan, namun untuk mempercayainya...seperti sebuah hal yang mustahil
oke, aku melihat begitu banyak teman-teman yang akhirnya berkeluarga, punya anak dan bahagia
tapi sekali lagi aku tidak bisa mempercayainya untuk alasan apapun, terlebih ketika aku menemukan seseorang yang benar-benar mencintaiku, lalu aku melihat ketidakmungkinan diantara kita...cinta seperti sebuah bayangan, hanya bayangan yang bisa dilihat namun sangat mustahil untuk menjadi nyata

aku benci menjadi seperti ini...
aku benci 22 maret
dan aku sangat sangat membencinya
laki-laki itu....Tunas matin pribadi

Minggu, 13 Maret 2011

Sebuah cinta hanya untuk dinikmati

Raguku seperti lenyap seketika..
Untuk satu kebodohan yang sangat bodoh
Karena banyak sesuatu yang membuatku mual
Maka aku berhadapan dengan hal ini
Namun saat ini perutku seperti mual
Bukan karena ragu yang hadir (dan kurasa dia tidak akan pernah hadir)
Tapi karena aku masih meyakininya ketika dia sudah benar2 menyerah
Aku benci mencintainya......

(Setelah menangis semalaman untuknya)

Sabtu, 05 Maret 2011

Tentang si Bungsu..

8 Agustus 1994
Aku sudah merasa terlalu tua untuk punya adik lagi....tapi teryata Tuhan memberiku, tidak seperti doa yang tiap hari kupanjatkan.."aku ingin adik kembar perempuan dua-duanya"...Ternyata Dia memberiku seorang adik laki-laki dan dia tidak kembar.

Aunu Rofiq...begitu ayahku memberinya nama. Tidak keren menurutku, seharusnya ayah memberinya nama Fernando atau Sergio karena saat itu aku lagi demam telenovela. Tapi Aunu rofiq, bukannya malah terdengar seperti penyanyi dangdut..>,<

Okay mungkin dia tidak pernah suka musik dangdut, dari kecil hingga sekarang 16 tahun.Yang  kutahu selera si Aunu Rofiq ini tidak beda jauh dari aku, bukan karena aku kakaknya tapi karena dari kecil aku sudah sering mengomelinya kalau dia bersikap kampungan bin lebay. nahhh ternyata apa yang kuajarkan tidak sia-siakan?

Dibandingkan aku dengan Fathur Ridwan, adikku yang pertama. Aunu Rofiq memiliki kualitas otak dan IQ yang lebih baik, bukan karena kami bodoh atau semacamnya, si Aunu Rofiq ini hanya lebih baik di exact dan hitung-hitungan...aku mencoba mengingat apa saja yang diberikan ibuku untuknya. kenapa aku begitu membenci matematika dan tidak seperti dia yang selalu mendapatkan nilai bagus dalam soal hitungan. kami sama-sama mendapatkan ASI dari sumber yang sama. Bahkan susu tambahan dan makanan lain seingatku juga tidak ada yang istimewa...oke itu mungkin faktor keberuntungan nya si Aunu Rofik.

Tapi ketika sejak kecil dia selalu sakit-sakitan dan sering keluar masuk rumah sakit, aku dan mungkin juga Fathur ridwan merasa sangat bersalah. bukan apa-apa karena aku dan Fathur ridwan tidak pernah menderita penyakit apapun kecuali flu jika kami main hujan-hujanan, tapi Aunu Rofiq ini sejak kecil sudah didiagnosa dokter berbagai macam penyakit seperti ; Alergi, asthma, gastritis, TBC, types serta dia gampang sekali terkena virus. harusnya Tuhan membagi penyakit-penyakit itu kepada kami bertiga dan bukan menumpuknya ditubuh Aunu Rofik. Tapi ya..mungkin itu cara Tuhan mendidik Aunu Rofik, menjadikannya berbeda diantara kami. Meskipun sebenarnya dia sudah sangat berbeda. sejak dia dilahirkan aku merasa dialah anak ayah ibu yang paling disayang, kami sering sekali berebutan untuk mencium pipinya. Jika dia menangis, ibupun tidak segan untuk memarahi kami meskipun kadang itu bukan salah kami. Mungkin juga perbedaan itu karena waktu itu Aunu Rofiq sering sakit-sakitan sehingga wajar kalau ibu lebih memperhatikannya.

Dan sekarang ketika si youngest son ini sudah 16 tahun, dia masih saja tampak berbeda diantara kami. Salah satunya adalah dia masih saja suka nonton film kartun, tak perduli film apapun. Aku masih ingat waktu dia kelas 2 SMP dan masih tertegun melihat teletubbies :D, waktu itu setiap kali dia menonton film yang seharusnya ditujukan untuk komunitas playgroup itu aku selalu berdoa semoga nantinya dia akan baik-baik saja. (^__^)
 Aunu Rofiq adalah pribadi yang unik, diluar kesukaannya pada film kartun. Dia sangat pintar menabung. untuk hal ini aku selalu membayangkan kalau saja aku memiliki sifat hemat nya, tentu saat ini aku sudah punya rumah dan kendaraan dari hasil jerih payahku. Aku kadang tidak habis pikir bagaimana dia tidak tergoda untuk membeli sesuatu dan hanya menumpuk uang sakunya di dompet. Pada saat-saat tertentu kebiasaan baiknya ini membantu ibuku ketika dia perlu membeli buku pelajaran dan keuangan keluargaku sedang tidak stabil. Aku selalu membayangkan bahwa suatu saat nanti Aunu Rofiq bisa menjadi kaya raya dengan kebiasaannya itu.
Ada satu yang tidak bisa dilepaskan dari Aunu Rofiq..sifat gilanya pada binatang. Kenapa gila? ya karena dia sudah menganggap kucing seperti cewek cantik...bukan saja kucing, terakhir kulihat dia memelihara tikus (apasih dia menyebutnya, tapi yang jelas binatang itu tikus berwarna putih) dan aku melihatnya bermain dengan si tikus ini sudah diluar batas kenormalan seorang manusia (hehehe) seperti mendekapnya, menciumi atau bahkan meletakkan hewan menjijikkan ini di pipinya... ahhhh aku hanya bergidik jijik melihat polah si anak bungsu ini. Aku juga melihat di Facebook nya berisi banyak foto kucing yang menurutnya imutt, dan aku tak habis pikir dimana sih letak ke-imut-annya. (anybody explain me please..)

Okay lupakan sifat Aunu Rofiq yang setengah gila itu, sekarang lebih baik aku membahas sifatnya yang suka menyendiri dan kadang over sensitive. Aku pikir hal itu disebabkan karena sejak kecil dia sering sakit, jadi sedikit banyak hal itu mempengaruhi pola pikirnya ketika dewasa.Tapi aku lihat sekarang teman-temannya sudah mulai banyak.

Aku tahu menuliskan sesuatu tentang Aunu Rofiq tidak akan ada habisnya. Jadi lebih baik suatu hari nanti aku menuliskan lagi sesuatu tentangnya. Mungkin ketika nanti dia bercerita padaku bahwa dia sedang jatuh cinta, tapi bukan pada kucing tentunya.

Satu hal yang pasti Aunu Rofiq adalah nyawaku, aku masih berdiri tegak kadang juga karena aku tahu ada seorang adik yang selalu merindukanku ketika aku pergi jauh atau karena masalah yang selalu memukulku. Aku selalu punya semangat hidup darinya.

Aunu Rofik...ya dia adalah adikku.

Jakarta, 5 Maret 2011 3:44 PM

Jumat, 04 Maret 2011

Just want to share this pics before i write bout this guy












Having end as the start (memiliki akhir dari sebuah awal)

Kadang seseorang hanya perlu berhenti dari sebuah perjalanan dan berlabuh di suatu tempat, tidak perduli betapa jauh dan dimana saja selama ini kapalnya singgah.

Ada beberapa orang yang kuketahui dia memiliki jalan hidup yang aneh. ada  yang suka nongkrong dengan teman-teman sampai lupa segalanya, ada yang suka gonta ganti pacar hingga tak segan mengoleksinya sebagai kepuasan pribadi. ada juga yang suka mabuk-mabukkan dan suka melihat film porno. Namun siapapun akan sadar bahwa dalam hidup harus selalu ada ujung dari sebuah perjalanan, meskipun ujung itu adalah awal dari perjalanan lain, karena selama nafas masih berhembus tidak akan pernah ada happy ending. Ketika kau sekolah kau akan lulus,kemudian kerja, menikah, punya anak, dan seterusnya...hingga riwayat hidup benar-benar ditutup dengan kematian.
Seseorang akan memulai lagi setelah dia mengakhiri sesuatu, dan permulaan tidak selamanya indah, bisa jadi itu lebih sulit dari sesuatu yang telah dia akhiri. aku ingat dulu pas kelulusan dari jurusan gizi, aku pikir perjalananku untuk belajar dan berjuang memperoleh nilai dan menghadapi mata kuliah yg sulit telah berakhir. aku merasa bahwa saat-saat wisuda adalah saat-saat penutup dan seterusnya adalah happy ending.
tapi ternyata tidak demikian...
dunia kerja lebih memeras otak lagi, bahkan kadang membuatku hampir gila  ^__^ 
Dan perjuanganku di dunia kerja berkali-kali lipat dibandingkan dengan saat kuliah. 

3,5 tahun yang lalu, ketika ada seseorang yang memintaku untuk menikah dengannya aku pikir aku benar-benar telah menutup dunia kerjaku dengan happy ending.
tapi ternyata tidak, dan aku harus memulainya dari nol lagi. dan itu lebihh berat dari pekerjaanku yang dulu.
dan suatu saat nanti aku harus mengakhiri dunia kerja untuk permulaan yang lain lagi. Sungguh sangat melelahkan...hidup ini
Tapi ya..semua selalu penuh kejutan, kadang tanpa disangka kita bisa menemukan sesuatu yang menyenangkan disaat-saat kita sudah putus asa. Ada satu yang masih kuingat bahwa Tuhan akan selalu menolong kita seberapa sulitnya perjuangan yang kita hadapi. Karenanya kadang aku hanya perlu menutup mata dan membiarkanNYA menuntun kemanapun arah yang kutuju..

Akan selalu ada akhir dari episode hidup, akhir yg berat, akhir yang menyenangkan, akhir yang menyedihkan, akhir yang menyenangkan...sekalipun kita tidak ingin berakhir..tapi semuanya selalu bergerak kesana..dan sayangnya kita tidak selalu bisa menginginkan akhir dari satu episode hidup...karena hidup itu adalah misteriNYA...dan DIA teramat indah untuk ditebak dengan keterbatasan kita

Jakarta, 4 Maret 2011 11:23 PM





Rabu, 02 Maret 2011

Me and Love story part 3

Massa yang paling indah adalah saat bersama banyak teman, berkumpul, tertawa dan saling bercanda

2003
Aku diterima di Politeknik Kesehatan Jurusan Gizi Malang, hal yang sangat tidak kuduga sebelumnya. karena awalnya aku ingin masuk ke jurusan fisika. waktu itu aku hanya bermaksud mengantarkan temanku untuk mendaftar di jurusan kebidanan, dan aku bermaksud iseng ketika dia menyuruhku untuk mendaftar juga, jadi aku mendaftar dijurusan gizi. Ternyata aku diterima di kedua bidang yang aku pilih itu, Fisika dan gizi. tapi karena pengumumannya lebih duluan digizi dan orangtuaku sudah terlanjur membayar untuk daftar ulang, maka dengan setengah terpaksa akupun masuk Jurusan Gizi.
Pada tahun kedua kuliah, aku tinggal di asrama gizi yang terletak 1 kompleks dengan kampus. aku tinggal di sebuah kamar bersama 3 orang temanku yang lain. Youzi, Lina, dan Heni. kami memiliki masa-masa yang sangat indah, mereka adalah teman terbaik untuk tertawa, bersedih, saling mencaci, saling mengerti, bahkan ketika kami sama-sama sibuk dengan tugas-tugas kuliah. Youzi yang cerewet, Lina yang rajin banget ibadahnya dan Heni yang sangat suka nonton konser. Kebersamaan dengan mereka adalah saat-saat terindah, aku selalu rindu dengan mereka.

2004

"Kamu mendekati ibunya untuk mendapatkan anaknya gitu vi?" aku hanya tersenyum mendengar tebakan Youzi. tetanggaku berkacamata itu, maksudku ibunya akhir-akhir ini sering titip dibelikan jilbab di malang, kebetulan aku tahu tempatnya.Dan ya, si ibu itu akhirnya banyak bercerita tentang pangeran dari masa kecilku itu. Dia ada di Malang juga, kuliah di sebuah universitas negeri. aku tidak tahu dimana dia tinggal, tapi sepertinya jauh dari asrama gizi tempatku tinggal. saat itu aku selalu membayangkan jika tanpa sengaja aku bertemu dengannya. Tapi hingga saat terakhir aku kuliah di Malang aku tidak pernah sekalipun bertemu dengannya. Ahhh dunia benar-benar tidak seperti sinetron.

to be continued...

Selasa, 01 Maret 2011

3 tahun ini....

Masih sangat ingat, ketika aku baru pulang ke kediri setelah lebih dari 3 bulan di rumah yoan..berjuang dengan segala perasaan yang ada setelah perceraian yg menyakitkan itu. aku ingat bahwa saat itu aku masih sangat muda dan ada saat-saat aku merasa bahwa hidupku telah hancur karena masalah itu. ada juga saat-saat yang panjang ketika aku berusaha untuk evaluasi diri dan bertanya : sebenarnya dimana kesalahanku??
apakah ada yang salah ketika aku menjalani ta'aruf seperti yang disarankan agama? apakah mematuhi apa yang disarankan orang tua bukan jalan yang baik?ahhhh entahlah
Saat itu aku merasa jalanku ke depan sudah sangat gelap..aku seperti tak tahu apa yang kuinginkan. aku takut, aku tak berdaya. aku hanya mencoba untuk memejamkan mata dan berjalan saja. dan sampailah aku disini...
Aku ingin sebelum wajahku ini penuh dengan kerutan atau sebelum ajalku sampai di pergelangan. Apa sebenarnya mau Mu Tuhan?

episode: sadness

Ini sudah 3 tahun, seharusnya aku memperingati hari bahagia, kalau saja itu tidak berakhir
bukan lagi karena cinta...aku sudah sangat membencinya, tapi rasa hormatku akan sakralnya pernikahan masih tersisa, bahkan ketika aku tidak menginginkannya lagi
Ini sudah 3 tahun dan ini berakhir 2 tahun yang lalu... aku menyesal meski kadang penyesalan hanya berujung pada satu kenyataan pahit : ini bukan salahku. tapi tetap saja inilah yang terjadi
Dan setiap tahun aku sadar bahwa begitu banyak air mata yang terbuang sia-sia, karena hal bodoh tak bisa melupakan. tapi bukan sekedar tak bisa melupakan. aku telah membencinya...sangat membencinya...seperti kebencian yang telah diajarkannya padaku yang mungkin akan terbawa hingga saatku mati
Jadi aku telah memikirkannya, sepertinya tak bisa pulang lagi saat hari raya...aku tetap tak siap dengan sakit yang lebih menyiksa lagi. aku tidak kuat, aku terlalu lemah untuk sebuah kesendirian yang tak berujung, bahkan ketika makhluk dari mars itu datang dan memberiku senyuman diantara air mata dan kedukaan, aku tahu bahwa mungkin suatu saat kisah ini akan berujung, dan ya...saat ini aku seperti sedang menanti sakit yang lebih parah lagi. 
jadi lebih baik aku menunggu dan berkonsentrasi pada kerutan di wajah ini, atau  apa saja yang belum bisa kubeli hingga saat kumati. karena untuk memikirkannya aku sudah sangat takut setengah mati. takut dia pergi, takut dia menyakiti, takut bahwa akhirnya hati ku benar-benar mati.

Jakarta 1 Maret 2011 11.53 PM


Senin, 28 Februari 2011

About My Allien ......part 1

ada yang kubenci di saat hujan, diantara semua yang kusuka. akhir-akhir ini aku kehilangan 2 payungku, sehingga aku harus menghindarinya. aku tak suka menghindari hujan, tapi aku juga tak suka membeli payung. karena merasa terbiasa kehilangan, aku tak perlu mencari pengganti untuk kedua payungku.
kebiasaan itu yang terbawa hingga kini, aku benci merasa lelah, aku benci tidak bisa tidur, dan aku juga benci bersifat sensitif. karena tahu tidak ada lagi diary yang berisi kata-kata cinta. diary terakhir sudah kututup, dan itu dengan luka yang penuh darah. jadi aku tidak perlu lagi membeli yang baru. biar saja aku merasa kehilangan, seperti payungku yang entah dimana sekarang. namun aku tak perlu menghindari, karena sudah terjadi. seperti hujan yang kadang ada mendung sebelumnya, kadang sangat tiba-tiba. seseorang ini datangnya dengan tanda-tanda sebelumnya. 5 tahun yang lalu, tapi aku tidak memperhatikannya. kadang dia muncul kadang menghilang agak lama. sampai setahun yang lalu dia sangat dekat. tapi tidak, dia tidak membawakan payung baru untukku. dia membawa cinta (ah...akhirnya terdengar lagi), tiap hari mengajakku tersenyum dan menyuruhku makan. meski kadang aku berbohong sudah makan padahal belum. dia yang perduli kalau aku terlihat lemas, kalau aku terlihat sedih, bahkan jika menstruasiku terlambat karena kelelahan.aku suka dengan caranya, dengan tatapan nya yang sayu, dengan bentuk wajahnya ketika dia menghadap ke samping, dan dengan semua kata-katanya yang menenangkan. bagiku dia hiburan yang paling menyenangkan ketika aku berhadapan dengan atasanku yang kadang menyebalkan (hehe...piss dok) atau ketika aku teringat masa lalu yang menyeramkan. aku pun mulai menanti saat-saat dia datang, saat dia menyapa, atau saat dia bilang cinta. semuanya indah. bahkan saat dia marah (akhir-akhir ini aku sering bersikap hiperbol untuk memancing kemarahannya, but its not work, aku kesal sekaligus suka ^__^)eh tapi aku belum menyebut namanya dari semua uraian tentang dia. hmm namanya rahasia, aku tidak mau ada yang tahu tentang keberadaannya di facebook. tapi aku sering memanggilnya my allien (hiii mr. allien, are you read it!). kenapa allien? well karena dia aneh, suka menyendiri, maniak arsenal tingkat tinggi, jarang tertawa, serta seribu penyakit kepribadian lain yang aku rasa tidak wajar (peace honey ^__^ v). tapi apapun itu, aku jatuh cinta padanya karena satu hal. dia berbeda. ingat caranya memberiku nasehat sampai menyuruhku berhemat, yang ada aku malah bandel karena selalu ingin mendengar serentetan kalimat-kalimat lucu untuk memprotesku.aneh nya..aku juga tidak bisa berbohong padanya, padahal dia kadang tidak bisa melihatku.dengan semua itu aku merasa 17 tahun lagi (oh plss padahal aku 10 tahun lebih tua) dan aku bisa melupakan masa lalu yang membayangi tiap hari.
aku lupa, aku benci dan aku hidup lagi...yahhh meski mungkin tidak lama. aku berpikir tentang masa depan, dan aku melihat dinding dimana-mana. tidak ada jalan kecuali aku melihat ke atas, ke tempat hujan berasal. mungkin ada waktu untuk kita 2-3 tahun lagi, atau bahkan lebih dari itu. atau mungkin tidak didunia ini. kadang dia membuatku lupa ada batas diantara kita, tentu saja bukan sekedar monitor laptop atau jarak ribuan kilo. aku melatih diri untuk percaya pada keajaiban yang kuanggap basi, karena jika bukan karena itu rasanya mustahil bagi kita. terserah jika dia menggantungkan pada doa, aku lebih percaya pada keajaiban, kan semuanya sama-sama dari Tuhan.tapi akhir-akhir ini dia getol menyuruhku berdoa, yang akhirnya aku jadi punya motivasi lagi menghidupkan sholat malamku.mungkin aku harus bersabar untuk menapaki jalan-jalan penuh liku dengannya. juga berlatih sabar lagi untuk hal-hal sepele. seperti menguraikan semua kata-kata ditulisan ini dan bukan menyingkat kata-kata seperti yang biasa kulakukan. ya, supaya dia bisa menterjemahkan di google translate dan tidak bertanya padaku aku sedang menulis tentang apa. ^___^
Jakarta, September 29, 2010 at 1:17am to be continue...

Minggu, 27 Februari 2011

ARGGHHHH…

Ada beberapa orang sok tahu yang selalu berpendapat pada setiap hal yang didengar. Ada yang penuh penjelasan, ada yang kadang tidak masuk akal. Setiap hari aku mendengarnya. Ini ibu kota, setiap orang bebas berpendapat, bukankan negera ini Negara yang demokrasi. Yeah….. anehnya aku seperti berada pada ruangan sempit tanpa ventilasi. Setiap kali kudengar ada banyak opini tentang suatu hal. Padahal semua sampah… selalu merasa dirinya benar. Aku benci dengan orang yang mengaku pintar tapi banyak bicara. Aku benci  pada orang berpendidikan tapi selalu berkomentar. Sudahlahhh.. biarkan televise itu hanya berisi acara memasak dan film kartun yang bisa membuat tertawa. Biarlah Koran itu menulis tentang iptek dan tips berhubungan suami istri, sudah muak kita dengan acara berita dan gossip yang tidak bermutu. Pikirkan ayah ibumu yang beruban karena lelah berpikir tentang demonstrasi ditimur tengah. Pikirkan anak-anak kecil yang selalu bertanya apa yang dilakukan ariel dan luna maya.
Biarlah hidup ini berwarna dengan alam. Dengan pelangi, hujan, embun, bintang-bintang….
Galilah apa yang diciptakan Tuhan. sudah cukup berbuat kerusakan.
Jangan tunggu sebelum DIA benar-benar murka
Jakarta, 27 Februari 2011, 10.39 PM

ADA AYAHKU

20 tahun yang lalu, aku bisa merasakan, ketika aku ketiduran di depan TV ada tangan kokoh yang akan menggendong tubuhku dan mengangkatku ke tempat tidur. Aku sering terbangun pada saat itu, tapi pura-pura tetap tidur. Hingga saat ini sepotong cerita itu menetap di pikiranku. Tentang seorang laki-laki yang menurut pikiran lebayku sangat dewasa dan ksatria jika bisa mengangkat tubuhku dan memindahkanku ke suatu tempat.
Ada lagi sepotong cerita lain, saat ayah menjemputku di depan sekolah. Aku tidak tahu kalau beliau sudah nangkring di depan pagar sekolah dengan sepeda motornya, jadi aku tetap bermain dengan teman-temanku. Aku baru keluar sekolah 4 jam kemudian dan aku masih mendapati ayahku diluar sana dengan sangat sabarnya. Dia hanya bilang : apa aku yang jemputnya terlalu awal ya?
Aku pikir tidak akan pernah ada lelaki yang mampu menungguku selama itu tanpa ada kemarahan yang berarti. Ayahku lah yang pertama, mungkin juga yang terakhir.
Ayahku, berasal dari kampung…sebuah desa yang 10 tahun yang lalu baru diaspal jalannya. Sejak kecil setiap ada liburan sekolah aku selalu menghabiskan waktu di desa tempat ayahku dilahirkan. Ayahku sangat kasar, tangannya dan juga ucapannya. Sudah ribuan kali sejak aku kecil aku sering sekali tersinggung dengan ucapan ayah. Ayah hampir tak pernah berusaha menjaga perasaan anak-anaknya dengan kata-kata yang bagus. Jadi sejak kecil aku belajar untuk terbiasa dengan kekerasan hidup. Kerasnya kata-kata ayah jika aku berbuat salah. (ingat ketika boss ku sedang sensi dan aku hanya menganggap makian nya seperti angin lalu).
Ada suatu waktu ayahku sangat kampungan, ayah tidak pernah mengenal kata gadget..dia baru punya HP setelah 5 tahun lebih aku memilikinya. Dan itupun hanya untuk telepon. Aku ingat ketika aku dan adikku berfoto dengan kamera di HP ayah, dengan sangat polosnya ayah berteriak pada kami : Hey jangan banyak-banyak fotonya, ntar filmnya habis :D …aku dan adikku hanya bisa berpandangan lalu tertawa sampai satu jam lamanya.
Yang paling kuingat adalah 2 tahun yang lalu, ketika ayah mengantarkanku untuk merantau ke Jakarta, ada penyesalan di wajahnya untuk penyesalan karena pernah menyuruhku menikah dan gagal. Ayahku yang keras kepala, yang selalu berkata kasar, ayahku yang ketika aku tidak dirumah tidak pernah sekalipun menelpon ku kecuali 1-2 kali saja. Ayahku yang selalu kampungan. Ayahku yang kadang sangat dictator. Ketika kereta apiku datang, dengan segala kerendahan hati seorang ayah, laki-laki 55 tahun asal desa tiru kidul-kediri-jawa timur  itu berkata : Vi, maafkan ayah..sekarang kau bebas memilih jalan hidupmu..
Itulah ayahku…
Aku masih ingat jika aku merasa kecewa dengan laki-laki
Jika aku merasa tidak ada laki-laki yang baik, jika aku merasa dunia sudah penuh dengan keanehan
Aku masih ingat, ada ayahku yang masih belum bisa menggunakan kamera di HP nya
Love u DAD..

Kamis, 24 Februari 2011

Me and Love Story Part 2

Part 2 : Dia yang bernama Denny, bukan sekedar teman
1998
“Yang itu cakep vi…Coba deh lihat hidungnya hehehe” aku Cuma nyengir mendengar bisikan ninik, best friendku.  Saat itu kami sedang berada di kelas bimbel, untuk pelajaran Fisika. Baru memasuki tahun ajaran baru kami disibukkan dengan persiapan menyambut kelulusan. Aku mengambil kelas bimbel setiap 3 x seminggu sepulang sekolah. Dan hari pertama aku langsung disibukkan dengan godaan dari ninik untuk melirik seorang laki-laki berhidung mancung. Hemmmmm cakep sihh
“okay cukup, aku harus belajar!” kataku pada diri sendiri. 5 bulan berlalu sejak pertama kali aku bertemu dengan si hidung mancung. Denny saputra, begitu namanya…tinggi, kulit coklat muda, rambut lurus pendek dan rapi, serta hidung yg mancung. Denny tipikal cowok yang sangat ramai. Di bimbel, dia sangat berisik, tidak seperti saat pertama kali bertemu dengannya yang kupikir dia sangat pendiam. Dan jujur akhir-akhir ini aku sering memikirkannya, apalagi kalau bukan pandangannya diam-diam ke arahku ketika pelajaran sedang berlangsung. Dia juga banyak tanya tentang aku pada teman-temanku. Well saat itu aku sedang jomblo sih, setelah beberapa kali putus sambung dengan beberapa cowok ala cinta monyet. Aku memilih untuk tidak punya pacar dulu untuk persiapan EBTANAS, aku ingin sekali masuk ke sebuah SMA favorit di kotaku.
1999
“Thanks ya vi” aku menerima kaset ‘the moffats’ yang diulurkan Denny. Kuberikan dia senyum terindah sebelum dia pergi. Aku sangat suka the moffats, karena itu aku ingin segera mendengarkan music kesukaanku itu setelah Denny mengembalikan kaset yang dia pinjam kemarin.Ketika kubuka kasetnya, aku menemukan secarik kecil kertas, dengan stabilo warna pink dan hijau muda disitu jelas tertulis 3 kata ajaib : I LOVE YOU. Aku kaget, antara bingung, bahagia, dan entah perasaan apa. Aku sudah berteman dengan Denny selama 1 tahun. Kami belajar bersama, tertawa bersama dan saling bercanda. Rasanya aneh tiba-tiba dia punya perasaan seperti ini. Sebelum aku berpikir lebih jauh, ibuku memanggil karena ada telepon untukku. Denny.
“Sorry ya Vi, yang tadi Cuma bercanda” aku Cuma terdiam mendengar konfirmasi Denny atas pernyataannya pada secarik kertas itu. Tidak ada yang bisa kukatakan, meski dalam hati ada sedikit kekecewaan. Yang pasti setelah itu pertemanan kami kembali lancar.
2001
“Ohh jadi itu yang namanya Denny” teman-temanku pada heboh ketika seorang cowok berseragam dari sekolah lain memasuki halaman parkir sekolahku. Aku tidak menjawab gurauan temanku. Lagian semua pada heboh dan membuatku malu. Kan tidak enak kalau Denny sampai tahu. Kami kan Cuma berteman.
Seperti biasa Denny akan memboncengku dibelakang motornya. Mengajakku makan bakso atau  es campur di dekat sekolahku. Kami bercanda meski kadang bercandaan kami banyak garingnya. Denny berusaha untuk menjaga persahabatan kami, meski aku tidak memungkiri bahwa ada sesuatu yang selalu ingin dia sampaikan padaku.
Hingga ketika tiba-tiba dia lama menghilang dan tidak muncul disekolahku setelah berbulan-bulan. Sampai kemudian dia datang lagi di bimbel yang kuikuti. Dia berada di kelasku tanpa kusadari. Ketika aku menoleh kebelakang, aku menemukan senyumnya menatap ke arahku. Denny datang lagi, dengan cara yang aneh dia kembali mendekatiku.lagi-lagi kami memiliki kebersamaan lagi. Denny selalu berlaku baik dan sangat memperhatikanku. Waktu itu aku bahagia dengannya.
2002
Akhir kelulusan SMA membuatku sibuk belajar, bimbel hampir setiap hari dan itupun setiap pulang sekolah. Energy yang kumiliki habis terkuras untuk belajar. Ibu manyuruhku harus bisa masuk universits negeri dan aku tahu otakku pas-pasan, aku hanya bisa mengandalkan kerja keras. Aku tidak tahu kapan terakhir kali bertemu Denny sampai dia benar-benar pergi dari hidupku. Aku tak punya keberanian untuk menelponnya, padahal aku sangat merindukannya. Aku sadar setelah semua ujian kelulusan selesai dan aku bisa masuk universitas negeri bahwa aku benar-benar kehilangan Denny. Aku bahkan tak sempat mengucapkan selamat tinggal.
To : Denny
Dikota kelahiranku, setiap aku pulang dari manapun, aku selalu sempatkan berkeliling kota, mencari disetiap sudut berharap bahwa aku bisa menemukanmu. Tapi meskipun aku menganggap kota ini kecil namun aku tetap tak bisa menemukanmu. Hingga kini kau seperti menghilang. Benar-benar tanpa jejak, aku bahkan telah kehilangan Winnie the pooh yang kau berikan saat ulang tahunku. Dimana kau Den? Ijinkan aku mempertanyakan tentang perasanmu…

To be continued…

Me and Love Story

Tentang sebuah kisah, oh ini sebuah kenyataan. Meski sekilas mungkin seperti cerita sinetron. Ada orang yang baik yang jadi tokoh utama, yang selalu teraniaya dan tertindas. Lalu ada tokoh jahat yang akan melakukan segala cara untuk memperoleh apa yang diinginkan. Dan ini terjadi dalam hidupku.
Oke aku akan bercerita: uhmmm sepertinya akan menjadi semacam cerita bersambung. Selamat menikmati.
Part 1 : Namaku Vivi
1990
“Dasar cina!!! Hati-hati kalo jalan!” aku menunduk, tak sanggup rasanya membalas. Itu ocehan yang kesekian kali, rasanya mengiris hati. Tapi aku diamkan, toh sudah seperti santapan sehari-hari. Tuti temanku sudah melangkah jauh didepanku. Aku ketinggalan lagi.
Aku lebih suka berjalan pelan, apalagi jika lewat di depan rumah ini. Rumah besar bertembok besi. Ada sebuah kesenangan ketika lewat didepannya. Sebuah makhluk indah yang kutunggu.
“Hai adek kecil, baru pulang ya?” yup, itulah dia. Suaranya sangat merdu membuat desiran aneh dihatiku. Aku hanya tersenyum, lalu berlari kecil malu-malu. Berpura-pura tidak menengok ke belakang, padahal aku ingin sekali melakukannya.
1994
“Cepat berangkat, ntar terlambat!!” aku hanya tersenyum, kuterima suapan nasi dan telur ceplok dari tangan ibu. Kemudian dengan langkah perlahan kuambil koper kotak warna coklat di kursi. Jam pertama matematika, aku ditakdirkan untuk membenci semua yang berkaitan dengan angka, jadi hari ini sangat tak bersemangat. Sepeda miniku sudah terparkir didepan pintu, aku melangkah gontai.
Tuhan memberiku hiburan sebelum menyiksaku dengan metamatika yang menjemukan. Di depan rumah nenekku ada dua laki-laki berbaju seragam SMA. Yang satu kakak sepupuku yang satu temannya. Aku tidak perduli pada kakak sepupuku karena dia juga akan mengejekku dengan sebutan cina! Tapi temannya itu….
“Hai dek vivi, mau berangkat sekolah ya…. Hati-hati ya!” nah kan…. Itulah semangatku hari ini. Suaranya yang sangat renyah seperti keripik singkong hangat dan seharum the hijau sejati. Ahhhh sepanjang pelajaran matematika aku tak merasa bosa sama sekali. Pak joko guru matematika tiba-tiba menjelma menjadi siswa SMA berkacamata, berkulit putih dengan senyum yang sangat menawan. Aku sangat senang.
1997
“Aku sepertinya suka, dia yang paling tampan” aku berbisik pada nevi temanku. Kami saling berbicara tentang kakak kelas yang mengospek kami. Ada satu yang kelihatan sangat macho.
Benar saja besoknya aku menjelma menjadi sosok penuh wibawa. Kemana vivi yang sangat pemalu? Aku datang memberi sang kakak surat bersampul pink. Ahhh aku tak perduli kata orang.
Dan benar saja dua hari kemudian aku menerima balasannya. isinya tak sepanjang surat yang aku berikan kemarin. Cukup 3 kata ajaib : I LOVE YOU
Jadi ini cinta pertamaku, lega…tapi tak cukup bahagia. Aku menatap awan dan melihat sebuah wajah, tapi bukan wajah sang kakak kelas, tapi sebuah wajah dengan bingkai kaca mata di kedua matanya…

To be continued………..

Rabu, 23 Februari 2011

untuk cinta yang kubawa

aku mengenali hidup ini
dari ranting pohon, bukan dari jalanan yang beraspal
meskipun jalanan di depan rumahku sudah beraspal, tapi aku suka bila tinggal dirumah mbah
bermain pasir di jalanan berpasir, tanpa perduli ada bis besar yang akan menghancurkan rumah yang kubangun
aku seperti nyawa bagi beberapa kumbang di kembang yang sering kuhirup madunya
ketika jalanan masih berbau embun, dan sawah masih terhampar luas
dan ibu selalu menyuruhku bangun pagi
sekarang tidak ada yang tersisa...
wangi embun sudah tertutup asap rokok, sawah tergilas bangunan
dan aku semakin jarang bangun pagi
namun nyawaku masih nyawa yg dulu, pun rupaku tak berubah
hanya  pengalaman hidup menampar berkali-kali
dan luka besar menganga didepan wajahku
jadi jangan heran bila aku tak bisa lupa dan menganggap angin lalu
karena setiaku pada cinta, mungkin mengalahkan ikan yang begitu patuh pada air yang membawanya
dan sekarang aku akan ada
dan membawa cinta itu
dan tidak akan menyesatkanku
hingga nanti aku sendiri  yang memilih menyerah karena tidak ada jalan lagi
untuk cinta yang kudekap erat

Jakarta 24 february 2011

ketika hampir menyerah