Aku sudah merasa terlalu tua untuk punya adik lagi....tapi teryata Tuhan memberiku, tidak seperti doa yang tiap hari kupanjatkan.."aku ingin adik kembar perempuan dua-duanya"...Ternyata Dia memberiku seorang adik laki-laki dan dia tidak kembar.
Aunu Rofiq...begitu ayahku memberinya nama. Tidak keren menurutku, seharusnya ayah memberinya nama Fernando atau Sergio karena saat itu aku lagi demam telenovela. Tapi Aunu rofiq, bukannya malah terdengar seperti penyanyi dangdut..>,<
Okay mungkin dia tidak pernah suka musik dangdut, dari kecil hingga sekarang 16 tahun.Yang kutahu selera si Aunu Rofiq ini tidak beda jauh dari aku, bukan karena aku kakaknya tapi karena dari kecil aku sudah sering mengomelinya kalau dia bersikap kampungan bin lebay. nahhh ternyata apa yang kuajarkan tidak sia-siakan?
Dibandingkan aku dengan Fathur Ridwan, adikku yang pertama. Aunu Rofiq memiliki kualitas otak dan IQ yang lebih baik, bukan karena kami bodoh atau semacamnya, si Aunu Rofiq ini hanya lebih baik di exact dan hitung-hitungan...aku mencoba mengingat apa saja yang diberikan ibuku untuknya. kenapa aku begitu membenci matematika dan tidak seperti dia yang selalu mendapatkan nilai bagus dalam soal hitungan. kami sama-sama mendapatkan ASI dari sumber yang sama. Bahkan susu tambahan dan makanan lain seingatku juga tidak ada yang istimewa...oke itu mungkin faktor keberuntungan nya si Aunu Rofik.
Tapi ketika sejak kecil dia selalu sakit-sakitan dan sering keluar masuk rumah sakit, aku dan mungkin juga Fathur ridwan merasa sangat bersalah. bukan apa-apa karena aku dan Fathur ridwan tidak pernah menderita penyakit apapun kecuali flu jika kami main hujan-hujanan, tapi Aunu Rofiq ini sejak kecil sudah didiagnosa dokter berbagai macam penyakit seperti ; Alergi, asthma, gastritis, TBC, types serta dia gampang sekali terkena virus. harusnya Tuhan membagi penyakit-penyakit itu kepada kami bertiga dan bukan menumpuknya ditubuh Aunu Rofik. Tapi ya..mungkin itu cara Tuhan mendidik Aunu Rofik, menjadikannya berbeda diantara kami. Meskipun sebenarnya dia sudah sangat berbeda. sejak dia dilahirkan aku merasa dialah anak ayah ibu yang paling disayang, kami sering sekali berebutan untuk mencium pipinya. Jika dia menangis, ibupun tidak segan untuk memarahi kami meskipun kadang itu bukan salah kami. Mungkin juga perbedaan itu karena waktu itu Aunu Rofiq sering sakit-sakitan sehingga wajar kalau ibu lebih memperhatikannya.
Dan sekarang ketika si youngest son ini sudah 16 tahun, dia masih saja tampak berbeda diantara kami. Salah satunya adalah dia masih saja suka nonton film kartun, tak perduli film apapun. Aku masih ingat waktu dia kelas 2 SMP dan masih tertegun melihat teletubbies :D, waktu itu setiap kali dia menonton film yang seharusnya ditujukan untuk komunitas playgroup itu aku selalu berdoa semoga nantinya dia akan baik-baik saja. (^__^)
Aunu Rofiq adalah pribadi yang unik, diluar kesukaannya pada film kartun. Dia sangat pintar menabung. untuk hal ini aku selalu membayangkan kalau saja aku memiliki sifat hemat nya, tentu saat ini aku sudah punya rumah dan kendaraan dari hasil jerih payahku. Aku kadang tidak habis pikir bagaimana dia tidak tergoda untuk membeli sesuatu dan hanya menumpuk uang sakunya di dompet. Pada saat-saat tertentu kebiasaan baiknya ini membantu ibuku ketika dia perlu membeli buku pelajaran dan keuangan keluargaku sedang tidak stabil. Aku selalu membayangkan bahwa suatu saat nanti Aunu Rofiq bisa menjadi kaya raya dengan kebiasaannya itu.
Ada satu yang tidak bisa dilepaskan dari Aunu Rofiq..sifat gilanya pada binatang. Kenapa gila? ya karena dia sudah menganggap kucing seperti cewek cantik...bukan saja kucing, terakhir kulihat dia memelihara tikus (apasih dia menyebutnya, tapi yang jelas binatang itu tikus berwarna putih) dan aku melihatnya bermain dengan si tikus ini sudah diluar batas kenormalan seorang manusia (hehehe) seperti mendekapnya, menciumi atau bahkan meletakkan hewan menjijikkan ini di pipinya... ahhhh aku hanya bergidik jijik melihat polah si anak bungsu ini. Aku juga melihat di Facebook nya berisi banyak foto kucing yang menurutnya imutt, dan aku tak habis pikir dimana sih letak ke-imut-annya. (anybody explain me please..)
Okay lupakan sifat Aunu Rofiq yang setengah gila itu, sekarang lebih baik aku membahas sifatnya yang suka menyendiri dan kadang over sensitive. Aku pikir hal itu disebabkan karena sejak kecil dia sering sakit, jadi sedikit banyak hal itu mempengaruhi pola pikirnya ketika dewasa.Tapi aku lihat sekarang teman-temannya sudah mulai banyak.
Aku tahu menuliskan sesuatu tentang Aunu Rofiq tidak akan ada habisnya. Jadi lebih baik suatu hari nanti aku menuliskan lagi sesuatu tentangnya. Mungkin ketika nanti dia bercerita padaku bahwa dia sedang jatuh cinta, tapi bukan pada kucing tentunya.
Satu hal yang pasti Aunu Rofiq adalah nyawaku, aku masih berdiri tegak kadang juga karena aku tahu ada seorang adik yang selalu merindukanku ketika aku pergi jauh atau karena masalah yang selalu memukulku. Aku selalu punya semangat hidup darinya.
Aunu Rofik...ya dia adalah adikku.
Jakarta, 5 Maret 2011 3:44 PM

Waw...I never think that I have such that characteristic.... My sister make me feel cool... love you!!!
BalasHapuslove u too honey
BalasHapus