ada yang kubenci di saat hujan, diantara semua yang kusuka. akhir-akhir ini aku kehilangan 2 payungku, sehingga aku harus menghindarinya. aku tak suka menghindari hujan, tapi aku juga tak suka membeli payung. karena merasa terbiasa kehilangan, aku tak perlu mencari pengganti untuk kedua payungku.
kebiasaan itu yang terbawa hingga kini, aku benci merasa lelah, aku benci tidak bisa tidur, dan aku juga benci bersifat sensitif. karena tahu tidak ada lagi diary yang berisi kata-kata cinta. diary terakhir sudah kututup, dan itu dengan luka yang penuh darah. jadi aku tidak perlu lagi membeli yang baru. biar saja aku merasa kehilangan, seperti payungku yang entah dimana sekarang. namun aku tak perlu menghindari, karena sudah terjadi. seperti hujan yang kadang ada mendung sebelumnya, kadang sangat tiba-tiba. seseorang ini datangnya dengan tanda-tanda sebelumnya. 5 tahun yang lalu, tapi aku tidak memperhatikannya. kadang dia muncul kadang menghilang agak lama. sampai setahun yang lalu dia sangat dekat. tapi tidak, dia tidak membawakan payung baru untukku. dia membawa cinta (ah...akhirnya terdengar lagi), tiap hari mengajakku tersenyum dan menyuruhku makan. meski kadang aku berbohong sudah makan padahal belum. dia yang perduli kalau aku terlihat lemas, kalau aku terlihat sedih, bahkan jika menstruasiku terlambat karena kelelahan.aku suka dengan caranya, dengan tatapan nya yang sayu, dengan bentuk wajahnya ketika dia menghadap ke samping, dan dengan semua kata-katanya yang menenangkan. bagiku dia hiburan yang paling menyenangkan ketika aku berhadapan dengan atasanku yang kadang menyebalkan (hehe...piss dok) atau ketika aku teringat masa lalu yang menyeramkan. aku pun mulai menanti saat-saat dia datang, saat dia menyapa, atau saat dia bilang cinta. semuanya indah. bahkan saat dia marah (akhir-akhir ini aku sering bersikap hiperbol untuk memancing kemarahannya, but its not work, aku kesal sekaligus suka ^__^)eh tapi aku belum menyebut namanya dari semua uraian tentang dia. hmm namanya rahasia, aku tidak mau ada yang tahu tentang keberadaannya di facebook. tapi aku sering memanggilnya my allien (hiii mr. allien, are you read it!). kenapa allien? well karena dia aneh, suka menyendiri, maniak arsenal tingkat tinggi, jarang tertawa, serta seribu penyakit kepribadian lain yang aku rasa tidak wajar (peace honey ^__^ v). tapi apapun itu, aku jatuh cinta padanya karena satu hal. dia berbeda. ingat caranya memberiku nasehat sampai menyuruhku berhemat, yang ada aku malah bandel karena selalu ingin mendengar serentetan kalimat-kalimat lucu untuk memprotesku.aneh nya..aku juga tidak bisa berbohong padanya, padahal dia kadang tidak bisa melihatku.dengan semua itu aku merasa 17 tahun lagi (oh plss padahal aku 10 tahun lebih tua) dan aku bisa melupakan masa lalu yang membayangi tiap hari.
aku lupa, aku benci dan aku hidup lagi...yahhh meski mungkin tidak lama. aku berpikir tentang masa depan, dan aku melihat dinding dimana-mana. tidak ada jalan kecuali aku melihat ke atas, ke tempat hujan berasal. mungkin ada waktu untuk kita 2-3 tahun lagi, atau bahkan lebih dari itu. atau mungkin tidak didunia ini. kadang dia membuatku lupa ada batas diantara kita, tentu saja bukan sekedar monitor laptop atau jarak ribuan kilo. aku melatih diri untuk percaya pada keajaiban yang kuanggap basi, karena jika bukan karena itu rasanya mustahil bagi kita. terserah jika dia menggantungkan pada doa, aku lebih percaya pada keajaiban, kan semuanya sama-sama dari Tuhan.tapi akhir-akhir ini dia getol menyuruhku berdoa, yang akhirnya aku jadi punya motivasi lagi menghidupkan sholat malamku.mungkin aku harus bersabar untuk menapaki jalan-jalan penuh liku dengannya. juga berlatih sabar lagi untuk hal-hal sepele. seperti menguraikan semua kata-kata ditulisan ini dan bukan menyingkat kata-kata seperti yang biasa kulakukan. ya, supaya dia bisa menterjemahkan di google translate dan tidak bertanya padaku aku sedang menulis tentang apa. ^___^
Jakarta, September 29, 2010 at 1:17am to be continue...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar